Sabtu, 28 Januari 2012

Peranan Orang Tua Dalam Membina Kecerdasan Spiritual Anak Dalam Keluarga


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah Allah SWT yang harus dijaga dan dibina, hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan seperti dibiarkannya binatang, ia
akan celaka dan binasa. Sedangkan memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajarinya akhlak yang baik. Oleh karena itu orang tualah yang memegang faktor kunci yang bisa menjadikan anak tumbuh dengan jiwa Islami sebagaimana sabda Rasulullah: Artinya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam, telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari
Abu Hurairah R.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka
kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (Hadis riwayat Bukhari) Dari hadis ini dapat dipahami, begitu pentingnya peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak dimasa yang akan datang. Dalam Al-Qur’an al- Karim surat Luqman ayat 16:

Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi masalah pokok dalam skripsi ini adalah : “Bagaimana peranan orang tua dalam membina kecerdasan spiritual anak dalam  keluarga”.
Agar penulisan skripsi ini tidak menyimpang dari pokok masalah tersebut, penulis batasi masalah dalam beberapa hal yaitu:
1. Pengertian kecerdasan spiritual.
2. Faktor yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual.
3. Langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual
4. Bagaimana membina kecerdasan spiritual kepada anak dalam keluarga.

Penjelasan Judul
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalah pahaman akan judul skripsi ini, maka penulis memberikan penjelasan sebagai berikut:
Peranan : Bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan, fungsi utama.
1Orang Tua : Orang tua yang sudah tua, Ibu Bapak, orang yang dianggap tua (cerdik pandai kampung) yang penulis maksud adalah “Ibu dan Bapak”.
2 Membina : Mengusahakan supaya lebih baik.
3 Kecerdasan : Spiritual berkaitan dengan roh, semangat atau jiwa religius Spiritual yang berhubungan dengan agama, keimanan, kesholehan, menyangkut nilai-nilai transcendental yang bersifat mental sebagai lawan dari material, fisikal/jasmaniah. Jadi kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk mengaktualisasikan
nilai-nilai ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang
bersifat fitrah menuju manusia seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya karena Allah.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan spiritual anak serta cara pengembangan dalam keluarga menurut pendidikan Islam.
Dari tujuan umum ini diperinci kepada beberapa tujuan khusus sebagai berikut:
1. Mengetahui apa hakikat spiritual?
2. Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual?
3. Mengetahui langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual?
4. Mengetahui bagaimana membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga.
5 WJs. Poerwadarminta, Op. Cit, h. 386 Ibid, h. 471
Sedangkan kegunaan penelitian adalah:
1. Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada Fakultas Tarbiyah STAI-PIQ Sumatera Barat pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
2. Sebagai pedoman bagi orang tua dalam membina kecerdasan spiritual kepada anak dalam keluarga sehingga para orang tua tahu hakikat spiritual, faktor yang menghambat kecerdasan spiritual, dan cara menanamkan kecerdasan spiritual kepada anak.
3. Untuk menambah wawasan penulis yang menekuni bidang Pendidikan Islam tentang psikologi .
4. Melengkapi literatur keilmuan dan perpustakaan.


Metode Penelitian
1. Pengumpulan data-data diperoleh melalui book survey kemudian dikelompokkan menurut jenisnya.
2. Pengolahan data-data yang diperoleh diolah dengan metode komperatif, deduktif dan indukatif.
- Komperatif : membandingkan dari beberapa pendapat, gunanya untuk mancari kebenaran serta kesempurnaan dalam penulisan.
- Deduktif : menarik kesimpulan dari keadaan yang bersifat umum kepada hal yang bersifat khusus.
- Induktif : mempelajari sesuatu hal untuk menentukan hukum yang bersifat umum.

Sistematika Penulisan
Untuk membentuk jalan pikiran yang sistematis oleh karena penulis pada pembahasan skripsi ini terdiri dari bab-bab dan sub bab yaitu:
BAB I : Pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, penjelasan judul, tujuan dan kegunaan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : Kecerdasan spiritual, pengertian kecerdasan spiritual, ciri-ciri kecerdasan spiritual, fungsi kecerdasan spiritual, pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ.
BAB III : Pembinaan kecerdasan spiritual anak dalam keluarga, pentingnya membina kecerdasan spiritual dalam keluarga, faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual, langkah-langkah
pembinaan kecerdasan spiritual, peranan orang tua dalam membina SQ anak dalam keluarga.
BAB IV : Penutup, kesimpulan dan saran, daftar pustaka.

silahkan download skripsi lengkapnya disini


0 komentar

Poskan Komentar